Motivasi - Kata Bijak Aa Gym Menumbuhkan rasa Syukur dan penyemangat Kehidupan

Inilah kumpulan kata-kata bikak dari guru kita yakni K.H Abdulloh Gymnastiar. Selamat membaca dan mengamalkannya.


“Jangan berlebihan dalam menilai kekurangan diri, karena itu akan menyebabkan timbul rasa minder, dan juga kufur atas nikmat-nikmat karunianya telah di berikan”.

“iya sekarang kita masih bisa melihat, tapi sesaat kemudian bisa juga buta alias gelap gulita. Iya sekarang kita masih gagah atau seksi, tapi sekejap kemudian bisa juga lumpuh, lunglai tak berdaya, maka wajib mensyukuri karunianya”.

Ciri-ciri orang ikhlas dia selalu bersemangat dalam hal kebaikan tanpa memperdulikan penilaian orang lain. sahabatku,..! kendalikan keinginan duniawi dan perbanyaklah mensyukuri atas karunianya”.

“Kawanku,..! janganlah kita menunggu dulu baru bersyukur. Tetapi bersyukurlah terus menerus pasti kebahagiaan akan datang”.

“munculnya suatu hal yang tidak sesuai keinginan/harapan kita, tetapi hal tersebut membuat kita semakin dekat, bersimpuh dan bergantung kepada Alloh,, itu adalah karunia terindah”.
“Orang-orang yang suka berinfak dan tanpa di perlihatkan ke orang lain, niscaya kelak di hari kiamat akan mendapat perlindungannya Alloh s.w.t”. ( HR..Muslim ).

“wahai sahabatku,…! Alloh maha mengetahui semua atas diri kita, bahkan lebih tahu daripada diri kita sendiri, semua ujian/cobaan hidup ini sudah di ukur dengan sempurnanya. Maka bersabarlah,..!”.

"Semakin kita merasa memiliki, maka semakin berat pula kita untuk bersabar. Tetapi jika kita yaqin bahwasanya semua hanyalah titipan, maka tentu akan lebih mudah kita untuk bersabar”.

“orang yang masih menyimpan rasa takut atau berharap kepada selain Alloh, pastilah hidupnya jauh dari ketenangan. Semoga Alloh menjadikan kita termasuk orang-orang yang tawakkal kepadanya,..Amiiin !”.

“sahabatku,...! Dalam setiap keadaan dan suasana hati yang bagaimana pun, usahakan selalu ingat bahwa ada Alloh yang maha menyaksikan segala gerak-gerik kita”.

"Barang siapa membiarkan hatinya mudah tersinggung, maka masa-masa produktifitas dalam hidupnya akan habis hanya untuk meladeni emosinya sendiri”.

“ketika hati ini semakin berharap hanya kepada Alloh, maka niscaya semakin tentram pula rasanya, dan bersiaplah untuk mendapatkan hal yang baik dan membahagiakan sebagai karunianya”.

“Kesabaran itu adalah ilmu tingkat atas, kita belajar dalam setiap harinya, kita latihan di setiap saatnya, dan ujiannya datang mendadak, kita sekolahnya seumur hidup, hadiahnya adalah kebahagiaan yang haqiqi”.

“seseorang jika yaqin bahwa Alloh maha mendengar, maka dia akan sangat menjagaa lisannya. Tetapi bagi yang kurang yaqin, sudah terbiasa mereka bicara seenaknya saja”.

“Kepahitan itu adalah merupakan pembersih dosa-dosa. Selayaknya seorang ibu melihat anaknya mandi tetapi masih kotor, akhirnya di bantu membersihkannya”.

“sesungguhnya ketika Alloh mencintai seorang dari hambanya, maka dia akan memberikan ujian kesabaran kepadanya”.

“tidak ada yang akan meleset dan tidak akan ada yang tertukar, setiap perbuatan baik buruknya pasti kembali kepada diri sendiri”.

“janganlah sekali-kali kita merasa aman dari ajal yang siap datang kapan saja, rahasia kematian ada tiga : tempat, waktu dan cara. Hanya Alloh yang maha tahu akan tiga hal itu”.

“Tidaklah baik mudah celetak-celetuk berkomentar atas urusan orang lain, itu akan merusak suasana. Kita mesti bisa menahan diri, harus di pikir-pikir dulu, di rasakan pakai hati sebelum berkomentar”.

“Wahai Sahabatku,…! Marilah kita nikmati hidup dengan proposionalitas, wajar, bersahaja, dan lakukanlah aktifitas hidup semata-mata lillahi ta’ala dan bukan untuk mendapatkan pujian manusia,.. insya Alloh membawa berkah,…”.

“Wahai sahabatku,..! Ketika ada seseorang yang berbuat baik kepada kita, maka mestinya segera kita balas pula dengan kebaikan walaupun dengan bentuk apapun yang kita bisa lakukan”.

"Bagi seseorang yang menyibukkan diri membangun isi, kebersihan hati dan keyaqinan diri. Maka dia akan merasa nyaman sekali. Tanpa ada rasa cemas akan penilaian makhluk”.

“wahai sabatku,…! Jawaban yang paling tepat terhadap suatu kritik adalah fokus dalam memperbaiki diri, dan bukan sibuk mencari dalih demi sekedar membela diri”.

“wahai sahabatku,..! Setiap penghinaan yang di arahkan pada kita, dan itu membuat kita sadar dan berusaha memperbaiki diri. Sesungguhnya itu lebih baik daripada sebuah pujian yang hanya membuat kita lupa diri”.

“Sahabatku,..! Sebesar apa pun hasrat anda untuk merubah pribadi orang lain, tetapi tetap saja kuncinya satu, mulailah merubah dari diri sendiri”.

“ketahuilah,...! Bahwa seseorang yang tidak memiliki kuat iman dan kurang hati-hati, akan mudah mengalami kerusakan jika sudah mabuk pujian”. 
Terimaksih atas kunjungannya. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang shaleh dan cukup.

Motivator : K.H Abdulloh Gymnastiar